BAKUL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF
Dibuat Dalam Rangka Berpartisipasi Pada
Lomba Karya Tulis Ilmiah ASTRA HONDA MOTOR BEST STUDENT (AHMBS) 2015
DISUSUN OLEH :
SASKIA NUR SANTIKA
KELAS : XI IPA 3
MADRASAH ALIYAH NEGERI
BINJAI
TP 2014 / 2015
HALAMAN PENGESAHAN
BAKUL SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF
DISUSUN
OLEH :
SASKIA
NUR SANTIKA
Binjai, 08 Mei 2015
Mengetahui :
Kepala MAN Binjai Pembimbing
Dra. Hj Nurkhalisha
Mg.M.Ag Zul Azhar S.Pd.M.PFis
NIP :
196709191987032001 NIP : 197816222005011004
ABSTRAK
SANTIKA,S.N.2015.
Bakul Sebagai Sumber Energi Alternatif
Pemanfaatan
sumber daya potensial adalah hal yang sangat penting untuk dikembangkan untuk
saat ini. Banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat pemakaian baterai
berbahan dasar kimia.
Tujuan
penulisan karya ilmiah ini adalah membuat pengganti isi baterai kimia biasa
dengan kulit labu, menuangkan pengetahuan teori dan praktek hasil pembelajaran
dalam konstruksi nyata dan terapan, dapat memberi contoh pemanfaatan dan
pengelolaan limbah yang efisien dan efektif melalui pemanfaatan dalam pembuatan
baterai organik berbahan dasar kulit labu kuning.
Metode
penulisan yang digunakan adalah metode diskiptif dengan menguji baterai kepada
beberapa alat elektronik yang ada di MAN Binjai.
Selain
itu penggunaan baterai yang tepat guna dapat mengurangi proses pencemaran tanah
yang diakibatkan pembuangan limbah baterai kimia. Oleh karena itu, perlu
dicarikan solusi agar dapat mengurangi dampak emisi karbon dengan memanfaatkan
bahan dari alam yang bersifat aman dan tak membahayakan orang banyak. Baterai
ini dibuat secara mudah dan menggunakan bahan-bahan yang sederhana serta murah.
Dengan cara seperti ini penulis mengharapkan agar masalah pemanasan global bisa
dihentikan.
Kata kunci : Bakul , Sumber Energi
Kata
Pengantar
Dengan mengucapkan puji syukur kepada
Allah SWT . Penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis berupa penulisan
karya ilmiah yang penulis buat dalam rangka berpartisipasi aktif pada Lomba
Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh PT ASTRA HONDA MOTOR BEST STUDENT
(AHMBS) 2015.
Atas selesainya penulisan karya tulis
ilmiah ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga pada
pihak MAN Binjai, khususnya Ibu Dra Hj Nurkhalisha Mg.MAg, selaku Kepala Sekolah,
Ibu Adrina Lony sebagai guru Pembina KIR, Bapak Zul Azhar dan Ibu Ningsih
Yusmareta guru Pembimbing.
Penulis berharap karya tulis yang cukup
sederhana ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai sarana informasi yang
berguna bagi para generasi muda dalam mengembangkan daya kreatifitas, inovasi,
dalam rangka peningkatan kemampuan akedemik khususunya dalam penulisan karya
ilmiah berwawasan lingkungan.
Harapan penulis tidaklah berlebihan dan
penulis hanya ingin agar generasi muda ikut berperan aktif dalam pengaplikasian
ilmu fisika dan kimia dalam bidang teknologi.
Akhirnya kepada semua para pembaca Karya
Tulis ini, penulis mengharapkan kritik serta saran yang positif dari semua
pihak yang berkepentingan. Atas perkenan dari semua yang mendukung tersusunnya
karya tulis ini saya ucapkan terimakasih.
Penulis,
Daftar
Isi
HALAMAN SAMPUL.......................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................... ii
ABSTRAK............................................................................................. iii
KATA PENGANTAR........................................................................... iv
DAFTAR ISI.......................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................... vi
BAB I. PENDAHULUAN.................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah........................................................ 1
B. Rumusan Masalah..................................................................
2
C.Rincian Masalah......................................................................
2
D. Batasan Masalah.................................................................... 2
E.Tujuan Penilitian ..................................................................... 2
F.Manfaat Penelitian.................................................................... 3
BAB II. KAJIAN PUSTAKA............................................................... 4
A. Tanaman Labu........................................................................ 4
B. Teori Kulit labu..................................................................... 4
BAB III. METODOLOGI..................................................................... 5
A.
Tempat dan Waktu Penelitian................................................. 5
B.
Jenis Penelitian........................................................................
5
C. Bahan dan Alat....................................................................... 5
BAB IV. PEMBAHASAN.................................................................... 6
A.
Performa Kulit Labu Sebagai Baterai................................... 6
B. Hasil Penelitian........................................................................
7
BAB V.PENUTUP................................................................................. 8
A. Kesimpulan............................................................................ 8
B. Saran....................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 10
Lampiran.................................................................................................
11
Daftar Gambar
Gambar 1: Pengisian
pasta kulit labu ke dalam Baterai.
Gambar 2: Pengukuran
tegangan baterai kulit labu dengan voltmeter.
Gambar 3: Hasil
pengukuran tegangan baterai oleh
voltmeter.
Gambar 4: Pengujian
baterai ke lampu LED.
Gambar 5: Pengujian
baterai ke jam dinding.
Daftar
Tabel
Tabel 1 : Table
hasil penelitian
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Saat ini, kebutuhan energi manusia semakin
hari semakin meningkat sedangkan, penghasil energi tersebut semakin lama
semakin berkurang dan habis sehingga manusia melakukan segala cara untuk
memenuhi kebutuhannya. Sumber energi yang berasal dari alam seperti batubara
dan minyak bumi adalah sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dan
membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya kembali. Selain itu, bahan seperti
solar yang digunakan untuk menghidupkan mesin juga membawa dampak negatif dan
penyumbang polusi udara paling utama.
Alam semesta menyediakan berbagai
kebutuhan manusia. Kebutuhan tersebut, dibutuhkan manusia untuk melangsungkan
dan memenuhi segala tuntutan hidup. Manusia mulai berfikir bagaimana
menciptakan sesuatu hal yang baru yang membawa mereka pada perubahan yang lebih
baik dan kesejahteraan untuk waktu yang akan datang.
Kebanyakan manusia malas berpikir untuk
mendaur ulang bahan-bahan yang masih bisa digunakan. Setelah digunakan biasanya
meraka akan membuang limbah begitu saja tanpa pemikiran untuk mengelolanya
kembali. Jarang sekali orang berfikiran untuk memanfaatkan kulit labu kuning. Padahal
tanpa kita sadari bahwa kulit labu kuning sangat berpotensial menjadi baterai
kering ramah lingkungan.
Kata baterai mungkin sudah tak asing lagi
di telinga kita akan tetapi, baterai kulit labu mungkin baru sekali didengar.
Baterai adalah salah satu sumber energi alat-alat elektronik seperti jam
dinding, radio, senter dan alat lainnya .Begitu banyak peran baterai sehingga
kita tak dapat pungkiri bahwa baterai merupakan kebutuhan pokok.
Baterai mengandung berbagai macam logam
berat yang membahayakan seperti merkuri, kadmium, timbal dan nikel. Jika
bahan-bahan ini dibuang sembarangan, maka logam berat yang terkandung didalam
baterai akan mencemari tanah dan air dan lebih membahayakan kesehatan
dilingkungan sekitar. Peristiwa ini jika dibiarkan larut-berlarut bukan hanya
kesehatan yang dirugikan akan tetapi alam juga merasakan kerugian yang lebih
besar. Maka bahan-bahan kimia tersebut dapat diganit dengan bahan bahan yang
lebih ramah lingkungan salah satunya pengembangan potensial-potensial kulit
labu sebagai baterai ramah lingkungan.
Limbah kulit labu memiliki banyak manfaat,
seperti pada pembuatan isi pada baterai. Cara membuat isi baterai dari kulit
labu sebagai pengganti isi baterai kimia biasa sangat bermanfaat bagi
masyarakat. Hal ini menjadi latar belakang penelitian tentang potensil kulit
labu sebagai batrai kering ramah lingkungan dan untuk memanfatkan kekayaan alam
disekitar untuk menghindari dampak krisis energi selain itu kulit labu sangat
mudah ditemui dikota Binjai.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
data-data yang peneliti paparkan diatas mengemukakan permasalahan : Bagaimanakah
membuat sumber energi listrik dari kulit labu?
1.3
Rincian Masalah
1.3.1
Bagaimana dampak penggunaan
baterai kimia di masa depan?
1.3.2
Mengapa enegi alternatif gencar
dikembangkan saat ini?
1.3.3
Apakah bahan organik bisa
diterapkan untuk alternatif energi saat ini?
1.3.4
Bagaimana penggunaan baterai
organik ramah lingkungan bisa diterapkan pada masyarakat?
1.3.5
Bagaimana pemanfatan kulit labu untuk sumber
energi masa depan?
1.4
Batasan Masalah
Agar
permasalahan tidak menimbulkan kesimpang siuranatau salah pandang dan
jelas ruang lingkupnya, maka perlu adanya pembatasan-pembatasan masalah seperti
dibawah ini : Dalam Penelitian ini, masalah yang dibahas adalah seputar
bagaimana memanfaatkan sumber daya hasil olahan manusia yang saat ini hanya
dianggap sebagai limbah dan dapat dimanfaatkan menjadi sebuah teknologi yang
bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dalam hal energi yang berkelanjutan.
Pokok
dari permasalahan penelitian ini adalah cara pemanfaatan limbah kulit labu yang
apabila buahnya ingin dimanfaatkan maka kulitnya dibuang. Oleh karena itu
penulis melihat sampah menjadi penghasil enegi listrik pengganti baterai yang
sudah tidak dapat difungsikan lagi. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang
bagus maka diperlukannya riset yang panjang, sehingga penulis membatasi pokok
penelitian hanya sampai pembuatan bahan baku baterai kering yang ramah
lingkungan
1.5
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
1.5.1
Untuk mengetahui kandungan bahan
baterai yang tersimpan dalam limbah kulit labu.
1.5.2
Untuk mengetahui kandungan
bahan baterai kulit labu dapat menjadi alternatif sumber arus listrik.
1.5.3
Untuk mengetahui fakta-fakta
yang menunjukan bahwa kulit labu berpotensi menjadi baterai ramah lingkungan,
sekaligus mengenalkan masyarakat pengelolahan limbah-limbah tersebut.
1.6
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penuelitian ini adalah sebagai berikut :
1.6.1
Memberikan rujukan pada
instansi terkait untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi yang terdapat
di dalam kulit pisang sebagai baterai kering ramah lingkungan.
1.6.2
Memberikan bukti kepada
pemerintah untuk menjadikan limbah kulit labu sebagai pengganti pasta yang
ramah lingkungan.
1.6.3
Memberikan informasi dan bukti
kepada masyarakat, khusunya masyarakat kota binjai, untuk dapat mengolah limbah
kulit labu menjadi baterai yang ramah lingkungan.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1
Tanaman Labu
Labu
kuning
(Cucurbita) mencakup sekelompok
tumbuhan merambat anggota suku
labu-labuan (Cucurbitaceae) penghasil buah konsumsi
berukuran besar bernama sama. Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika tetapi, sekarang
menyebar di banyak tempat yang memiliki iklim hangat. (wikepedia,2007)
Labu kuning mencakup beberapa
spesies anggota genus Cucurbita,
yaitu C. argyrosperma, C. maxima, C. moschata, dan C. pepo.. labu kuning dibedakan dari
labu lainnya karena buahnya dimakan yang telah masak (biasanya berwarna jingga),
berukuran relatif besar, berbentuk bulat sampai bulat telur dengan lekukan daun
buah yang tampak jelas, dan berkulit keras.
2.2
Teori
Kulit Labu
Menurut
Drs. Asep Jamal (2008) KCL merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan
menghantarkan arus listrik. Kulit labu juga mengandung Magnesium, Kalium dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi
dengan diklorida dan menjadi elektrolit kuat. Jumlah Magnesium hanyalah 15% dari jumlah kulit labu
keseluruhan. Pisang juga mengandung Seng (Zn) yang merupakan elektroda positif.
Jumlah kandungan Seng dalam kulit labu hanya
5%. Sehingga mineral yang paling berperan dalam menghantar listrik
adalah potassium atau kalium, yang
bereaksi dengan garam sodium.
Dimungkinkan garammagnesium dan seng juga turut berperan dalam menghantarkan
dan menyimpan arus listrik searah.
BAB
III
METODOLOGI
3.1
Tempat penelitian
Proses
pembuatan baterai dari kulit labu serta uji performanya Labolatorium IPA MAN
Binjai. Waktu Pelaksanaan dilakukan pada bulan Januari sampai bulan April 2015.
3.2
Jenis penelitian
Adapun
jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
diskiptif. Mangapa dikatakan penelitian diskiptif karena penelitian ini
merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terjadi dalam
kancah, lapangan, atau hasil percobaan suatu alat. Data yang terkumpul
diklasifikasikan atau dikelompokkan sesuai dengan kondisinya. Sesuadah datanya
lengkap kemudian dibuat kesimpulan dalam bentuk laporan.
3.3
Bahan dan Alat
3.3.1
Bahan
Bahan :
1.
Baterai bekas ( dengan merk
yang sama)
2.
Kulit Labu
Prosedur Penelitian
1.
Pertama, siapkan kulit labu.
2.
Kulit labu dihaluskan.
3.
Baterai bekas dibuka penutupnya
menggunakan gunting dengan hati-hati agar tidak rusak. Bagian yang harus dibuka
terlebih dahulu adalah pembungkus baterai. Kemudian dibuka bagian atas baterai.
Syaratnya harus menggunakan baterai bekas yang kondisi anode dan katodenya
( seng dan karbon) masih baik, yaitu
tidak berkarat.
4.
Serbuk karbon yang ada didalam
baterai kemudian dikeluarkan secara perlahan dan hati-hati.
5.
Kemusian serbuk karbon tersebut
digantikan dengan kulit labu yang sudah dihaluskan tadi.
6.
Terakhir, tutup kembali baterai
dengan rapat.
7.
Untuk mengetahui besarnya
tegangan dan arus pada baterai, dapat dilakukan uji coba menggunakan voltmeter
dan amperemeter.
3.3.2
Alat
Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini dibagi
menjadi beberapa bagian:
1.
Pisau.
2.
Alat penumbuk/ blender
3.
Voltmeter
4.
Gunting
5.
Alas pemotong
6.
Peralatan untuk uji performa
jam dinding.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1 Performa Kulit Labu sebagai Baterai
Hasil
percobaan untuk mengetahui apakah kulit labu berpotensi sebagai baterai
ternyata benar, bahwa memang kulit labu berpotensi menjadi baterai kering ramah
lingkungan. Baterai kulit labu hasil percobaan peneliti dalam menghantarkan
listrik tidak sesempurna baterai pada umumnya. Baterai ini hanya bisa digunakan
untuk alat-alat yang berdaya rendah seperti jam dan lampu LED. Hal itu
dikarenakan banyak faktor yang kurang mendukung penelitian yang dilakukan
penulis. Faktor tersebut antara lain terbatasnya informasi yang diperoleh
penulis.
Adapun data hasil percobaan yang telah
diukur tegangannya beserta kandungan zat kulit labu oleh seorang peneliti.
Hasil penelitian menunujukkan bahwa rata-rata tegangan yang dihasilkan oleh
baterai kering dengan elektrolit kulit labu adalah 1,2 volt. Kontruksi baterai
kulit labu sama dengan baterai biasa. Perbedaannyaadalah pada elektrolitnya.
Kulit labu mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit.
Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium ( K+).
Kulit labu juga mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-)
dalam jumlah sedikit. Reaksi antara potassium atau kalium dan garam sodium
dapat membentuk kalium klorida atau KCl.
Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCL merupakan
elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik. Kulit
labu juga mengandung Magnesium, Kalium
dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi dengan diklorida dan menjadi
elektrolit kuat. Jumlah Magnesium
hanyalah 15% dari jumlah kulit labu keseluruhan. Pisang juga mengandung Seng
(Zn) yang merupakan elektroda positif. Jumlah kandungan Seng dalam kulit labu
hanya 5%. Sehingga mineral yang paling
berperan dalam menghantar listrik adalah
potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garammagnesium dan seng
juga turut berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa baterai primer mampu bertahan lebih dari 7 hari
sedangkan baterai kulit labu bertahan kurang dari 5 hari. Hal ini disebabkan
baterai kontrol memiliki senyawa yang berfungsi sebagai depolarisasi. Senyawa
yang digunakan adalah mangandioksida. Walaupun labu juga mengandung mangan,
namun jumlahnya hanya sedikit. Disamping itu setiap reaksi dalam baterai mengalami
suatu proses polarisasi akibat adanya hidrogen yang terlepas . Labu kuning dan
terutama kulitnya mengandung lebih dari 50% kadar air (H2O), yang
dapat terlepas apabila terjadi suatu reaksi kimia. Sehingga kemungkinan
terjadinya polarisasi sangat besar.
4.2 Hasil penelitian
Bahan Baku
|
Hari I
|
Hari II
|
Hari III
|
Rata-rata
|
Kulit Labu
Kuning
|
1,0 volt
|
1,4 volt
|
1,2 volt
|
1,2 volt
|
Dilihat
dari hasil penelitian bahwa baterai kulit labu ternyata menghantarkan arus
listrik. Hasil penelitian ternyata sesuai dengan hipotesis, dan terbukti bahwa
kulit labu dapat menghantarkan listrik. Hal ini disebabkan karena konstruksi
baterai kering kulit labu sama dengan baterai biasa. Perbedaannya adalah pada
elektrolitnya. . Kulit labu mengandung beberapa mineral
yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah terbanyak adalah
potassium atau kalium ( K+). Kulit labu juga mengandung garam sodium
yang mengandung klorida (Cl-) dalam jumlah sedikit. Reaksi antara
potassium atau kalium dan garam sodium dapat membentuk kalium klorida atau KCl.
KCl adalah merupakan elektrolit yang kuat sehingga mampu terionisasi dan
menghantarkan arus listrik. Tetapi belum diketahui secara pasti unsur/kandungan
yang terjadi di katoda baterai dap roses pertukaran electron di katoda
tersebut.
Kulit
labu juga mengandung Magnesium, Kalium
dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi dengan diklorida dan menjadi
elektrolit kuat. Jumlah Magnesium
hanyalah 15% dari jumlah kulit labu keseluruhan. Pisang juga mengandung Seng
(Zn) yang merupakan elektroda positif. Jumlah kandungan Seng dalam kulit labu
hanya 5%. Sehingga mineral yang paling
berperan dalam menghantar listrik adalah
potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garammagnesium dan seng
juga turut berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.
Arus
listrik searah adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya
tinggi ke titik yang energi potensialnya rendah. Sumber arus listrik searah
biasanya adalah baterai (termasuk aki dan Elemen Volta) dan panel surya. Arus
searah biasanya mengalir pada sebuah konduktor, walaupun mungkin saja arus
searah mengalir pada semi-konduktor, isolator, dan ruang hampa udara.
Walaupun
kandungan antara baterai kering dan kulit labu hampr sama tetapi voltase dari
kulit labu lebh kecil dibandingkan dengan baterai kering baru yang kita pakai.
Perbandinagnny antara baterai biasa dengan baterai yang telah diganti dalamnya
oleh kulit labu sangatlah jauh. Baterai baru yang mengandung karbon mempunyai
tegangan sebesar 1,5 volt sedangkan baterai yang telah diganti kulit labu hanya
sampai 1,2 volt. Hal ini menyebabkan baterai berisi kulit labu tidak cukup kuat
untuk menyalakan suatu benda dengan maksimal dan daya yang dihasilkan juga
kecil. Misalnya senter, lampu bohlam dan lain-lain. Untuk menyalakan dengan
maksimal, setidaknya menopang dengan baterai baru yang berisi karbon.
Oleh
sebab itu, menentuan berapa lama baterai tersebut bertahan itu sangatlah tidak
mungkin karena harus ditopang dengan baterai baru. Lebih kecilnya voltase yang
dihasilkan juga mungkin disebabkan baterai yang dipakai sudah bekas yang bagian
dari baterai tersebut sudah tidak berfungsi dengan baik karena sebagian hancur,
sudah lama tidak dipakai, karatan, alumunium yang sudah rapuh, ataupun hancur
karena faktor lainnya. Selain itu, pemilihan bahan baku yang digunakan harus
tepat. Kulit Labu kuning yang sudah tau
lebih bagus hasilnya daripada kulit labu kuning yang muda, pengisian pasta
kedalam baterai juga mempengaruhi, semakin padat semakin tinggi tegangan yanag
dihasilkan.
BAB
V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Dari pembahasan dan data yang sudah
dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa baterai dari kult labu dapat
menghasilkan voltase pengganti serbuk karbon pada baterai biasa sebesar 1,2
volt.penyebab kulit labu mengandiung senyawa yang bersifat elektrolit kuat
yaitu mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium ( K+).
Kulit labu juga mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-)
dalam jumlah sedikit. Reaksi antara potassium atau kalium dan garam sodium
dapat membentuk kalium klorida atau KCl. KCl adalah merupakan elektrolit yang
kuat sehingga mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik.
1.
Kulit labu dapat menghasilkan
bahan baku baterai kering ramah lingkungan, maka hipotesis HA diterima
dan Hipotesis Ho ditolak.
2.
Voltase yang dihasilkan kulit
labu hamper mendekati voltase baterai
biasa.
5.2
Saran
Berdasarkan
hasil yang dilakukan, maka penulis memberikan saran dan masukan yaitu sebagai
berikut :
1.
Kepada pembaca, untuk menela’ah
karya tulis ini dan mengembangkannya menjadi sebuah karya tulis ilmiah yang
lebih sempurna lagi nantinya.
2.
Kepada pihak sekolah, agar
menjadikan karya tulis ini sebagai rujukan dalam pengembangan penelitian yang
berkenaan masalah diatas.
3.
Kepada masyarakat, agar
memanfaatkan karya tulis ini sebagai sumber informasi untuk menggunakan kulit
labu sebagai baterai kering ramah lingkungan.
Daftar
Pustaka
http://Karyailmiahpelajar26.blogspot.com/
http://www.tipscaraterbaik.com/
http://id.wikepedia.org/
http://www.ayahbunda.co.id/
http://dilihatya.blogspot.com/
http://adeerkin.blogspot.com/2011/o6/bahaya-batu-baterai-bekas.html
Lampiran Dokumentasi
Gambar 1: Pengisian
pasta kulit labu ke dalam Baterai.
Gambar 2:
Pengukuran tegangan baterai kulit labu dengan voltmeter.
Gambar 3: Hasil pengukuran
tegangan baterai oleh voltmeter
Gambar 4: Pengujian baterai ke lampu LED.
Gambar 5: Pengujian
baterai ke jam dinding.
Kepada para pengunjung jika ingin mencopy hasil karya ilmiah saya, mohon lampirkan link saya.Terimakasih ~




